javascript:void(0)

[Catatan relawan 2] SEKOLAH CERIA, secercah harapan untk si buah hati di tanah minang.

Musibah gempa bumì dengan kekuatan 7,6SR yang terjadi di padang dan sekitarnya tidak hanya meninggalkn kerusakan fisik, tetapi jga meninggalkan kesedihan yg sangat mendalam terutama pada anak2.
mereka harus kehilangan orang2 terdekat yang amat mereka cintai. ayah, ibu kaka dan adìk.
ada sebuah crita yg sngat mengharukan dan menginspirasi saya menuliskan disini.
cerita ini saya dapatkn ketika saya mengrmkn logistik ke posko sekolah ceria di desa kapolo koto di kecamatan tandika.
sekolah ceria adalah salah satu program dri Disaster management unit DD republìka yang bermaksud mengembalikan keceriaan si buah hati di daerh bencana.
saya sangat terharu ketika ketemu dngan salah 1 ank disana. namanya putri. dia adlh saksi hdup runtuhnya gunung tigo. ketika gempa itu terjadi dia bersama orang tua bermaksud untk lari ke gunung. namun seketika dihadapanya gunung itu runtuh dan membenam seluruh desa beserta orang2nya. putri, adalah salah satu siswa di SEKOLAH CERIA itu.menurt ervan, mahasiswa ATIP yg dtgskn menjdi relawan dsana. putri sngt pendiam dan tampak wajah yg sangat trauma. trhadap apa yg pernah dialaminya putri selalu ketakutan. namun stlh bbrapa hri bersama teman2 yg lainya belajar dan bermain di SC,putri kembali menunjukkan keceriaanya. bahkan ketika wartawan dri trans7 meliput aktivitas dari SC ketika para siswa ditanya tentang cita2 mrka, siswa yang menjawab hanya putri. dia bercita2 ingin menjadi guru.
sungguh cita2 yang teramat mulia. bgmana itu bisa terucap dri seorang anak yg khlangan bnyk puzle kehdupanya. selain harta, keluarga juga kehilangan 30 teman sekolah beserta gurunya yg tertimbun gunung ketika sore itu ada kgtn di SD. kamipun untk sementara hrus brpisah dgn mrka.dan kta smptkan untk brfoto bersama.

tandika, 9-10-09 11.10

Comments

Post a Comment