javascript:void(0)

TOMAT (catatan harian)

Sebuah catatan kecil yang mengingatkanku akan pentingnya menghargai orang lain.
akan bernilainya seseorang tatkali hati, perkataan dan perilakunya dapat di manaj dengan baik dan menjadikan orang lain nyaman.
TOMAT.
Tolong,Maaf dan Terima kasih.
Saya mendapatkan inspirasi tentang 3 kata ini dari seseorang. beliau adalah Pak bambang sulis, salah satu staff ahli PR 3 UNDIP.
Ketika itu tepatnya pada bulan ramadhan tahun 2007, menjelang keberangkatan saya ke student exchange saya konsultasi banyak hal. mulai dari masalah terkait negara tujuan samapi pada prosedural teknis.
ketika itu beliau menceritakan tentang orang yang tidak disukai banyak orang hanya karena TOMAT.
dan akhirnya makna tomat ini benar2 menjadi inspirasi tersendiri bagi saya.

Tolong
Sering kali ketika kita mengalami kesulitan, atau membutuhkan bantuan teman kita meminta orang lain untuk membantu kita. namun tidak jarang, bahkan sering kita menjadikan orang yang menolong kita ini seperti kita memerintahkannya. minta tolong hendaknya dengan bahasa yang halus dan di introkan kata tolong. sehingga tidak  menjadikan orang yang membantu kita merasa terzalimi. padahal kita juga membutuhkan bantuannya.

Maaf
ini juga sering kita abaikan dalam setiap kita berinteraksi. apalagi dengan teman deket kita. mentang-mentang sudah deket sering menjadikan kita lalai. coba saj setiap mengawali kata atau permintaan bantuan atau bertanya kita dahului dengan kata maaf. Tapi bukan berarti semuanya yak. ntar malah kayak yang di bajai bajuri. minimal kita meminta maaf pada orang2 yang berinteraksi dengan kita dan permintaan maaf ini akan meneduhkan. kayak aktivis2 dakwah tuch. setiap SMS sehabis salam pasti ada tulisan Af1, atau afwan dst. Jadi Ba'da salam pasti afwan.  bukankah akan indah apabila kita saling memaafkan?? tapi kata saling ini tidak akan muncul ketika salah satu dari kita tidak memulainya.

Terima kasih
saya pernah ditegur oleh kaka perempuan saya. suatu ketika saya diberi uang saku untuk pulang dari rumahnya. waktu itu saya menolak (agak gensi dikit), karena saya sudah gede. namun diluar kuasa saya uang itu ditaruh paksa di tas saya. karena saya berpikir bahwa itu sudah diberikan ikhlas, maka saya pamit saja. terus, suatu ketika kita sedang berbincang beliau menceritakan ke saya. Coba kalau yang memberikan uang itu orang lain??
Pasti saya sudah dapat vonis sebagai orang yang tidak tahu terima kasih. sampai-sampai lupa mengucapkan terima kasih pada orang yang memberi.
cerita di atas hanya ilustrasi sederhana saja, yang jelas coba biasakan kita mengakhiri kata2 kita dengan kata terima kasih di setiap kta mendapatkan kebaikan dari lawan bicara kita. bisa juga diganti dengan kata syukran atau jazakumulloh dst.

Kesuksesan seseorang ditentukan sebagian besar oleh atitudenya (80%). sedangkan kecerdasan intelektual hanya 20%.
begitu juga dengan kemuliaan seseorang.
Sebanyak apapun materi/kekayaan seseorang, sesempurna apapun penampilan (fisik) seseorang tidak akan menjadikan seseorang itu bernilai mulia di sisi orang lain jika tidak diimbangi dengan perilaku/akhlak/atitude yang baik. sebaliknya meskipun seseorang itu cacad fisik, namun apabila ahlaknya baik, ilmunya dalam dan amalnya banyak akan berarti bagi banyak orang. masih ingatkah kita dengan Syeh ahmad yasin. seseorang yang cacad fisik namun telah berperan besar dalam perjuangan disebuah negeri. Menjadi inspirator dan motor dari sebuah Garda terbesar di Palestina.

Semoga catatan ini bermanfaat buat semuanya. jika bermanfaat, tolong disebarkan
Mohon maaf karena masih banyak kekurangan. bisa dilakukan pengeditan, bagi yang tidak berkeberatan
Terima kasih atas kesediaan saudara-saudaraku untuk membaca catatan ini.

The next note : Si Agus. Sebuah Kesempurnaan dalam Ketidaksempurnaan






Comments

  1. maaf,ga tw mw k0men apa :p

    ReplyDelete
  2. terima kasih sudah kasih komen. tapi tolong; kalo ngasih komen agk panjang sedikit

    ReplyDelete
  3. terima kasih.... maaf kalo kepanjangen

    ReplyDelete
  4. Nisa abis ribut gr2 kta af1..
    Andai saja tu org bs mmaknai kata af1 dan yg mngucapkan af1 pun tdk mjdkan af1 sbg pembenaran,n tidak ad solusiƱ..
    Jfs..
    (more than thank you rite?)

    ReplyDelete
  5. @ nisa. afwan, ributnya sama sipa?? (by PM)

    ReplyDelete
  6. nice post. thanks fro sharing ^_^

    ReplyDelete
  7. nice post.
    jadi pengingat ni...

    ReplyDelete

Post a Comment