javascript:void(0)

berbisnis ala rasulullah dan sahabat (part1)

Saya masih ingat ketika saya duduk di bangku madrasah ibtida'iyah dan Madrasah Diniyah dulu. Ad satu pelajaran yang sangat saya suka selain bahasa arab dan fiqih. Yaitu pelajaran Tarikh. Saya sangat tertarik dengan kisah rasululloh SAW mulai dari kecil sampai menjadi seorang nabi dan wafat.

ada satu kisah yang masih saya inget, yang diceritakan oleh pak maskur dan pak mawardi guru Madrasah saya. Bahwa ketika rasulullah menjual dagangannya dia akan menyampaikan ke konsumen harga pokoknya (harga aslinya) dan rasulullah menyerahkan sepenuhnya kepada konsumen untuk memberinya laba. Subhanalloh, sikap rasulullah yang demikian itulah yang membawa belia sukses dan bahkan mendapatkan kepercayaan yang luar biasa dari para saudagar di Mekah dan terutama Sayidati Khodijah agar dijualkan barang-barang dagangannya.

Ada 2 kish nyata yang saya share ke teman2. insyaalloh ini bukan cuma teory, tapi real.

1. Ketika berjualan Telur asin
Suatu ketika ada seorang Ibu-ibu yang menelpon kepada saya. Dia minta untuk dikirimi 100 butir telor asin ke rumahnya untuk dibeli. Beliau bermaksud membagikan telur kepada para jamaah pengajian yang biasa beliau isi. Nah ketika ke rumah ibu tersebut, saya membawa 120 bitir, karena keranjang tidak memungkinkan untuk 100 butir. setelah bercerita dan berdialog dengan ibu tersebut, belia menanyakan harga kepada saya. berapa harga telur asin ini. Saya mengatakan kepada beliau bahwa harga untuk konsumen adalah 1500 rupiah, untuk reseler adalah 1300 rupiah dan untuk ibu, karena bukan untuk sendiri saya kasihkan harga 1300 rupiah. Ternyata justru ibu tersebut protes ke saya dan meminta saya menjual telur tersebut kepada ibu 1500 per butir dan kita saling ngotot. saya mau menjual ke ibu 1300, tapi ibu mau membeli kalau saya jual dengan harga 1500, tawar menawar iu terjadi cukup lama dan akhirnya saya yang kalah. Ibu itu langsung menyorongkan uang 200.000.
Saya hitung, untuk 120 telur berarti harganya adalah 180.000. waktu itu kami tidak membawa uang kembalian, saat sibuk mencri di dompet Ibu tersebut langsung bilang bahwa uang kembaliaanya hak kalian.
di sini saya mendapati bahwa ketika kita berjualan dengan sepenuh hati kita untuk konsumen, tanpa harus kita me mark up, rizki  kita akan di mark up sendiri oleh Alloh SWT salah satunya justru melalui konsumen kita.

2. Ketika Berjualan Laptop

Tepatnya tadi malam (10/2/2010) ada seorang tamu yang sangat jauh dari wonosobo yang sngat tertarik untuk membeli mini note HP 210 1014 di tempat saya.
Beliau jauh-jauh datang dengan memngendarai motor dan berencana pulang pada malam itu juga. Masalahnya adalah beliau tidak menyampaikan/konfirmasi terhadap saya bahwa akan membeli barang tersebut hari ini, semalam stock barang tidak ada di kantor. akhirnya saya berusah sebaik mungkin memulyakan tamu tersebut.

sekedar catatan : pada saat beliau tahu bahwa di kantor tidak ada barang, dan saya tahu kalau beliau sudah jauh-jauh datang maka kita membicarakan solusi. tidak ada nuansa saling menyalahkan. kita malah berdiskusi hangat mengenai peluang bisnis notebook di wonosobo. nah, akhirnya saya menawarkan untuk mengantarkan barang itu esok har (hari ini).

Harga netbook yang saya tawarkan ke beliau adalah 2.85 juta kemudian beliau meminta tolong ke saya untuk diinstalkan. Kebetulan kami tidak memiliki software corporate jadi saya tidak menginstalkan, saya menawarkan ke beliau untuk diinstalkan oleh teman saya di UNDIP . nah untuk jasanya monggo dari njenengan, kira-kra gimana. saudara tersebut menawarkan ke saya dia beli harga 2,9. Terus ketika saya tanya besok dibuthkan jam berapa?  beliau menjawab : lebih cepat lebih baik, namun kemudian beliau malah menaikkan harga. Gini saj mas, 3 juta saja.. nanti seklian dikirim ya,...
Padahal saya tidak menyebutkan biaya transportasi, saya malah berpikir biar saya yang bayar biaya antarnya sebagai bentuk service.

Bisa dibayangkan, ketika terjadi tawar menawar justru kita menawar untuk mendapat untung sedikit, tetapi konsumen malah menawar untuk memeberi kita banyak.

Dua kisah di atas nyata dan insyaalloh tidak ada manipulasi. Pun mungkin dalam kehidupan anda sehari-hari sering mengalami, tetapi kita jarang menyadari dan berkomitment untuk mengamalkannya. ketika kita menjadi pebisnis/pedagang kita sering memisahkan aktivitas kita dengan ajaran islam. kita selalu berpikir dengan keuntungan yang kita hitung secara matematis, kita tidak sadar bahwa Alloh lah yang akan mengatur npminal rizki kita. kita hanya mengusahakannya dengan jalan yang berkah,

Beberapa bulan terakhir ini ditengah aktivitas saya belajar menjadi seorang pebisnis, saya sibuk mencari referensi tentang sirah nabi atau bahkan buku khusus perniagaan yang dilakukan rasululloh SAW.

Di sisi lain saya sngat merasa prihatin, bahwa ternyata selama saya belajar enterpreneurship semua yang saya pelajari bertemu di satu titik yaitu : YAHUDI.
Kita bisa melihat para motivator, para Coach yang sekarang sedang populer itu ternyata mereka nyata-nyatanya adalah murid-murid yang belajar bisnis di Amerika.

Bukannya apriori, sebenarnya ketika kita mau mempelajari dan MENGAMALKAN ajaran islam, kita akan mendapatkan ilmu yang lebih DAHSYAT dalam hal marketing ataupun bisnis.
Kenapa? karena urusan perniagaan ini tidak bisa kita pisahkan dengan masalah keyakinan.
Islam sangat Istimewa, bahkan perdagangan di dalam Al-Qur'an di gambarkan sebagai aktivitas pokok umat manusia.

Kata rasulullah, 9 dari 10 pintu rizki ada dalam perniagaan. Pun rasululloh SAW sendiri telah mengamlakannya, menjadi seorang pedagang sejak usia 12 tahun sampai 40 tahun. Bahkan karena bisnisnya itu ketika melamar khadijah, mahar yang diberikan adalah 100 ekor unta. kalau misalnya harga 1 unta sekarang adalah 20 juta, maka akan senilai dengan 2 miliar.





Comments

  1. Kisah yang inspiratif bro..
    Jazakumullah khairan for sharing..

    ReplyDelete
  2. iya.. sama-sama. mari kita berbagi

    ReplyDelete
  3. sama kek k0men di FB:
    namaku disebut brp kali tuh
    bayar!

    ReplyDelete
  4. good sharing..diposting di milis ya..

    ReplyDelete
  5. yo wes.. sesuk nek ana note tentang rizki tak tulis jadi rejeki. Ben ora mbayar,.. kan nama rejeki itu nama kaka saya sendiri. Sri Rejeki

    ReplyDelete
  6. @ Mas Zaky : weleh2 wis aktif ngempi thow?? Okey.. nich lagi buka yahoo. lamaa pisan... Modeemnya ga smart sich. Jadi stupid.

    ReplyDelete
  7. Barokalloh.
    Semoga kita bisa meniru bisnis ala teladan umat ini.

    ReplyDelete
  8. amiiiiin.... kita praktikkan sekecil apapun itu.

    ReplyDelete

Post a Comment