javascript:void(0)

Dipoyoki Creative Center (Jejak Entreprenership 1)

Bagi orang dari luar kebanyakan jarang yang tahu apa itu arti dipoyoki. well, dipoyoki itu artinya di hina(di ejek). Tapi bukan itu yang lantas menjadi tujuan kita, dipoyoki di sini adalah sebuah akronim dari kata Diponegoro Young Kreative Intreprener (terkesan maksa sedikit). sebuah kelompok wirausaha mahasiswa yang mengedepankan pada kreativitas.

Awal mula cerita
Kenapa kemudian muncul nama dipoyoki ini?? baiklah kita pelajari kultur masyarakat jawa . Di jawa pada umumnya ketika anak muda mulai berpikir untuk maju, sering mendapatkan tantangan berupa disepelekan, dicemooh dan diolok-olok. Itulah nasib sebagian dari kami, yang saat itu memiliki pemikiran untuk menjalankan bisnis ketika kuliah. Olokan, ejekan bahkan penghinaan telah kita alami. dari situlah saya berfikir kenapa yah, kita kok sering dipoyoki..
Ahaa... saya kemudian mengumpulkan beberapa teman sevisi yang ingin mengambil jalur yang sama untuk memulai usaha, dengan mendirikan komunitas Dipoyoki.
Semula Dipoyoki hanyalah sebuah brand yang akan kita bawa untuk produk kaos unik dipoyoki yang akan menjadi ikon kota semarang dan khususnya ikon mahasiswa undip. Namun semakin hari semakin banyak ide kreatif dari teman-teman untuk menggarap sektor lain yang merupakan sektor strategis. Lahirlah Dipoyoki Organizer, Dipoyoki Digital Print, Dipoyoki device, dan Dipo notebook centre.

Serius ataukah asal-asalan?
Orang yang tidak mengetahui betapa gagasan kreativitas dan inovasi berupa brand akan mengatakan bahwa nama dipoyoki itu menunjukkan tidak serius. Premisnya adalah : Orang yang tidak tahu. Tapi coba betapa mudah diingatnya dan mudah melekatnya nama dipoyoki ini di telinga kita, ketika kita membaca, mendengar atau ketika kita hanya melihat logonya. D p o y o k i (sambil mengerutkan kening), apa itu??? (barangkali ketika membaca judul artikel inipun anda akan mencoba berpikir keras tentang maknanya.
Yang namanya bisnis, apapun itu harus kita kerjakan dengan serius. terlebih di dipoyoki ini, ruh dalam diri kita adalah kreativitas dan inovasi. Selalu ada yang baru dan selalu ada nilai tambah (added value)

Kaos dipoyoki, misalnya. meskipun kita belum memiliki outlet khusus, alhamdulillah kami telah melakukan produksi. hanya saja sempat terkendala dalam teknis distribusinya.
Kemudian, mungkin barangkali masih ingat. di awal pembentukannya dipoyoki organizer telah melakukan hal yang cukup spektakuler dengan menyelenggarakan Seminar Entrepreneurship 1300 Mahasiswa Secara Gratis selama 2 hari dengn Pembicara Ir. Heppy Trenggono,M.Komp. Jadi tidak ada kata asal-asalan dalam kita membangun suatu bisnis. apalagi bisnis itu bakal menjadi harapan masa depan kita.

Sedangkan Dipo Notebook Centre (DNC) mungkin akan lebih tepatnya akan kita ceritakan pada bab khusus, sekarang sudah tumbuh dan berkembang menjadi pemain utama untuk bisnis laptop yang memiliki pasar bidang pendidikan.

Prospek Bisnis
Dalam artikel ini Saya lebih menekankan dipoyoki sebagai Industri Creative. Lebih spesifik pada produk kaos gaul. Ada 2 produk yang akan kita usung dalam rangka menangkap pasar yang cukup potensial. Produk yang pertama dikhususkan untuk lingkungan kampus, dengan membawa misi pada hal2 yang akan mengingatkan seseorang dengan kampus undip. Misalnya "Bunderan WP yang bentuknya segitiga" atau "Fakultas MIPA yang banyak sapinya" atau "WP yang bikin PW buat internetan" dan sebagianya. segmen pasar mulai dari Mahasiswa, Pejabat, Keluarga besar Undip dan Keluarga Mahasiswa Yng membutuhkan Marchendise khas undip.

Produk ke2 kita lebih fokus pada kota semarang. kali ini yang kita bawakan selain pada masalah arsitektur kota, juga pada sebuah warning alias peringatan secara tersirat yang kita suratkan dalam media kaos. agar masyarakat sadar tentang masalah lingkungan. "Semarang kaline banjir. Padahal ora ono kali".

Masih banyak pemikiran2 kreatif lainnya yang sedang kami sentuh untuk menghasilkan produk yang inovatif.

Rekam Jejak
Hampir satu tahun berdiri, dipoyoki belum secara optimal dalam mengembangkan ide-ide kreatif kami. Tetapi setidaknya, di awal berdirinya dipoyoki secara sadar ingin memberikan kemanfaatan kepada sesama, salah satunya enga menyelenggarakan Seminar Nasional entrepreneurship secara gratis yang melibatkan mahasiswa dari seluruh Indonesia sebanyak 1300 dengan Tema Membentuk Pribadi Hebat Menuju Bangsa yang bermartabat.

Dipoyoki Creative Center, sebuah impian saya agar pemuda-pemuda mengembangak kreativitasny yang kemudian menopang kehidupannya secara mandiri. tidak bergantung kepada orang tua dan menjadi beban pemerintah.



Rohmat Hidayatuloh
Founder Dipoyoki Corp. Indonesia


Comments

Post a Comment