javascript:void(0)

sertifikasi is a good momentum


Pagi ini jam 8 di kampus MIPA undip rame banget...
kalo liat pemandangannya jadi inget pas UMPTN dulu.
dosen2 rapih2 dan berlalu lalang, serta banyak mahasiswa yang keluar masuk ruangan
hari ini ada sertidoz (sertifikasi dosen) untuk fakultas mipa

yang menarik di sini adalah menurutku ini adalah sebuah bentuk pengahargaan kepada mahasiswa. kalau dulu, kita tidak punya posisi apapun di mata dosen, selain sebagai mahasiswa yang setiap saat mereka bisa kasih nilai sesuka mereka. namun sekarang kita justru sebaliknya, bisa memberikan penilaian kepada dosen tersebut...

"Anak-anak kemarinkan habis hari valentine, hari kasih sayang.. jadi ini kesempatan buat anak2ku sekalian untuk berbagi kasih dan mendapatkan berkahnya valentine, maka dari itu tolong nanti kalau memberi nilai bla... bla.. bla..(sensored)"

Itu prolog dari petugas... tak pikir nich orang lebay banget yah.. sertidoz dihubung2in sama valentine.. uah gitu ada kata2 berkah lagi. ga ada hubungannya kan??

Hal menarik lainnya adalah ketika kita berusaha optimal dalam memberikan nilai sesuai kenyataa / objektif terkesan.............. .(rekayasa)
Habis gini : para petinggi fakultas atau universitas pasti selalu berkata : Tolong nilainya jangan sampai dikasih angka .......
 karena ini menyangkut nasib orang, nasib dosen anda.
 
kalo sekarang say balik begini gimana coba, Pak Dosen, kalau ngasih nilai mahasiswa jangn C atau dibawahnya karena ini menyangkut nasib mahasiswa anda.?? Nahloh... ga bisa kan?? mesti harus objektif..

Malah biasane ada dosen yang kelewat arogan kalo ngasih nilai segeleme dhewek...
Adalagi kata-kta begini : Tolong, jangan jadikan momentum sertifikasi ini sebagai ajang balas dendam... bla,bla,bla.. Siapa coba yang mau balas dendam kalau ndak disalahi. Atau karena mereka memang ngerasa ada yang ga beres selama ini.??

Sebenarnya tidak usah dibuat berlebihan kayak gitu. toh mahasiswa yang ikut moment ini bukan type pendendam. ataukah barangkali mereka punya sifat yang sama?? ga usah diungkapkan... kan jadi ketahuan.

Saya akan tetap berada di jalur saya, itulah prinsip saya. nah dosen saya ini sangat baik dan memiliki akhlak yang mulia maka tidak ada alasan saya untuk memberi penilain buruk.
kata fajar, pas ngasih closing statement pada saat sosialisasi sepekan lalu gini : Bapak ibu, jsaya berharap momen sertifikasi ini kita dijadikan sebagai momen perbaikan, bukan cuma saat sertifikasi ini saja baik,  dan kalu ada masalah jangan saling menyalahkan bla.. bla.. bla... Sertifikasi sesungguhnya adalah sertifikasi di mata Alloh..

Besok2 kita tinggal menilai saja, apakah layak sertifikasi itu disandang atau jangan2 cuma formalitas saja.  Kalau untuk dosen yang saya nilai alhamdulillah tidak ada pertentangan. semoga beliau istiqomah. Nah kalau dosen yang lain?? kita terus awasi kinerjanya. Saya suka. ini yang namanya egaliter.....
Yuk saling memberi masukan positif..

Saya berharap postingan ini menyadarkan kita tentang budaya perbaikan.Dimana perbaikan itu tidak hanya kita lakukan ketika mau dinilai saja.
Kalau kayak begitu kan ga ada bedanya sama orang kampung. Yang selalu bersih2, nanam2 kalau mau ada lomba saja atau kalau mau ada pak penilik datang.

Comments

  1. ya hidup yah.. nek ora hidup ga posting

    ReplyDelete
  2. d0sen yg biz sertid0s gajine naek drastis?

    ReplyDelete
  3. bukan gajine??
    Tunjangane.......

    ReplyDelete
  4. 0wh
    kal0 kt temenku
    gajine jd 2 kali lipat

    ReplyDelete

Post a Comment