javascript:void(0)

Transformasi ala Chairul Tandjung

Salah satu motivasi saya mengikuti Pesta Wirausaha dalam rangka milad Komunitas Tangan D Atas (TDA) yang keempat adalah Faktor CT. Saya sangat penasaran dengan Pak Chairul Tandjung, yang biasa akrab dipanggil Pak CT. Dan akhirnya dalam Forum yang dihadiri sekitar 1000 lebih Pebisnis itu Pak CT menyampaikan materinya dan memberikan inspirasi bagi para pebisnis yang sedang bersemangat dalam mengusung kemandirian bangsa ini.

Pak CT menceritakan bagaimana beliau menjadi seorang mahasiswa yang orang tuanya tidak mampu membiayai kuliah sehingga beliau kuliah sambil berwirausaha. Pak CT, menceritakan bahwa untuk sampai pada titik seperti saat ini bukanlah hal mudah dan instant.
Bahakn sampai hari ini beliau menceritakan bahwa beliau bekerja selama 18 jam setiap harinya. Berangkat jam 10 pagi pulang sekitar jam 2-jam 3 malam.

Pak CT memang berbeda dengan pengusaha-pengusaha lain yang selalu menceritakan bagaimana bisa bermalas-malasan dengan waktu jika menjadi seorang pengusaha. Lebih dari itu Pak CT memberikan nasihat kepada kita bahwa masalah dalam kehidupan seseorang itu tidak akan pernah berhenti. Di manapun posisinya saat itu. Bahkan ketika di puncak pun masalah akan semakin besar. maka beliau mengatakan agar tidak menjadi pengusaha yang cengeng.

Ada satu tips yang beliau sampaikan dalam seminar itu, bahwa kita ketika berwirausaha kita sebaiknya jangan sepenuhnya mengandalkan sistem ATM (Amati Tiru Modifikasi). Kita dituntut menemukan hal baru yang belum pernah oranglain fikirkan. Maka kita akan menjadi raja dalam hal tersebut. Beliau menceritakan tentang kisah AQUA dan microsoft. Jika kita tetap meniru hal yang sudah ada, maka kita kan tergerus oleh persaingan usaha.

Saat ini Pak CT adalah sebagai salah satu Pengusaha Sukses di Indonesia dan berdasarkan data Forbess beliau masuk dalam 15 besar orang terkaya di Indonesia. Padahal beliau memulainya sejak jadi mahasiswa. Beliaulah pemilik Trans TV, Tans 7 dan Bank Mega

Transformasi Ala CT
Kemudian suatu ketika pada sesi tanya jawab, ada salah seorang peserta yang mungkin terbilang unik dan lain dari pada yang lain. Di mana yang lain biasanya pasti langsung memuji-muji para pembicara yang berada di depan karena kesuksesannya.

datanglah pertanyaan yang menyentak itu dan memberikan sedikit ruang yang lain di ruangan balai kartini sore itu :
Pertanyaan pertama : Bapak bercerita tentang Visi Indonesia, transformasi indonesia tetapi bapak lebih sibuk membesarkan perusahaannya yang tergabung di Para Group itu dan saat ini televisi yang bapak miliki (Trans Tivi dan Trans7) acaranya lebih banyak acara Gosip yang hampir setiap hari ditayangkan. Apakah ini yang bapak maksud transformasi??
Beranikah Bapak berjanji kepada rakyat Indonesia untuk memberikan tayangan yang mendidik??

Pertanyaan kedua dan ketiga kurang lebihnya arahnya sama. Hanya saja bidang yang dipertanyakan mengarah ke sektor ekonomi dan sosial. Dan pertanyaan itu disambut dengan tepuk tangan

Kemudian ketika diberikan kesempatan menjawab, Pak CT pun menguraikan jawabannya  kurang lebih :

Cara yang ampuh untuk merubah watak indonesia (transformasi) adalah dengan Televisi. Krena Televisi ini bisa menjangkau seluruh wilayah RI dan memiliki efek 3 Dimensi (Didengar,dilihat, dan dirasakan). Bahkan Orang lebih mau mendengarkan televisi dibandingkan perkataan Seorang kyai/ustadz.
Makanya, saya bikin PT trans TV ini sebagai PT televisi transformasi Indonesia

Untuk mendapatkan audiense yang banyak, kita harus mengetahui hal apa yang paling disukai oleh masyarakat kita. dan ternyata gosip ini lah yang paling digemari. Trans TV pun menjadikan acara ini sebagai salah satu cara merebut audiens. Sebab jika Televisi ini kekurangan audiens, maka bisa jadi akan sulit membayar karyawannya, maka misi untuk melakukan transformasi ini tinggal mimpi belaka.

Maka wajarlah saat ini tayangan gosip menjadi menu utama. Beliau pun menceritakan bahwa diluar itu, acara-acara seperti acara bolang, mancing mania itu adalah menunjukkan jati diri Indonesia. Terlebih lagi acara kewirausahaan yang hanya ada di televisi ini.
Bahkan saat Hari Ulang Tahun Trans Jargonnya adalah Trans Bisa, Indonesia Bisa. Sebagai Gambaran bahwa jika Trans TV bisa melakukan Transformasinya sebagi televisi yang mendidik maka Indonesiapun Bisa lebih baik.

Dan kalau kita amati memang Trans merupakan satu-satunya televisi yang tidak menggunakan PH dari luar untuk setiap acaranya. Mereka lebih suka menggarap semua sendiri. Agar disiplin terjaga, dan misi utama tidak buyar.

Mari kita Nantikan Transformasi Indonesia...






Comments

  1. ho oh
    bener
    trans tv sinetron-nya lmyn
    krn bkn PH yg bikin

    ReplyDelete
  2. wowo sering nonton sinetron yah
    nek gosipnya sering pa kagak??

    ReplyDelete

Post a Comment