javascript:void(0)

Agar Blogger Cemburu Padamu

Tulisan ini mungkin sekedar curahan hati dan perasaan saya saja. Tapi tulisan ini adalah suatu gambaran keingintahuan hati ini atas apa yang terjadi selama ini. Tulisan ini semoga menjadikan apa yang semula setengah-setengah menjadi bulat, apa yang lemah menjadi kuat dan yang gelisah menjadi tenteram. Bahwa kita terlahir di dunia ini telah dianugrahkan dengan predikat "Terbaik", The Best. Tentu ada persyaratan kelayakannya. Sebagaimana Standar Nasional Indonesia (SNI) yang selama ini didengung-dengungkan pada setiap produk, maka untuk menjadi yang terbaik atau untuk mendapatkan yang terbaik ini kita diberikan syarat yang paten harus kita penuhi. Pertama, mengajak kepada kebaikan. Dengan segala upaya kita agara kita bisa menularkannya sehingga kebaikan itu akan mengakar, menjadi penopang pohon yang kuat dan mengeluarkan buah yang lezat. Yang kedua, adalah mencegah kemunkaran. Dengan segala upaya kita jadikan diri kita sebagai benteng yang kokoh terhadap segala kemunkaran, Baik yang menghampiri kita maupun yang menerpa lingkungan kita. Ketiga, agar kita memenuhi predikat yang terbaik itu kita senantiasa mengokohkan rasa keimanan kita kepada Alloh SWT, yang menjadikan kita terlahir di dunia ini sebagai sebaik-baik penciptaan. Ya, kitalah sebaik-baik penciptaan itu. Maka predikat dasar bagi kita adalah sebagai yang terbaik.

Bicara mengenai blog, maka saya ingin mengungkapkan perasaan saya saja.  Atau, mungkin perasaan ini  anda rasakan juga? saya tidak tahu.

Yang pertama, ada seorang blogger yang sangat produktif sekali, semua tulisannya menginspirasi dan disetiap postingan yang ditulisnya berhasil menyihir pembaca dan penulis. Komentarnya pun beragam namun relevan, konstruktif dan menjadikan perbincangan yang terjadi berlanjut tidak hanya di dunia maya tetapi  di dunia nyata. Dan si blogger itu selalu saja diminta untuk bisa mengsis ceramah atau bahkan membukukan karyanya. Yang kedua, ada seorang blogger yang selama ini cukup biasa-biasa saja, tulisannya pun tidak begitu "menarik" ya, hanya cerita soal kejadian di pagi hari, hanya bercerita soal pengalamannya pergi ke suatu tempat atau apalah kegiatan yang mungkin tidak penting. Namun ternyata dengan tulisan yang singkat, tidak memiliki alur yang jelas dan kata-katanya tidak memiliki kekuatan dalam menghipnotis seseorang, namun ternyata di setiap postingan si blogger ini ada ratusan komen yang muncul, ya walaupun tidak relevan dengan tulisan yang di posting, walaupun kadang cuma berisi satau kata, yang sanagt familiar : PeratamaX,  atau kata-kata lain namun tetap saja area komentar itu penuh dengan komentar-komentar yang renyah, candaan dan gurauan.

Kita cemburu kepada si blogger yang pertama, betapa hebatnya dia yang berhasil menyihir setiap pengunjung dengan kata-kata yang berbobot dan di setiap tulisannya ada saja yang membuat hati kita mengiyakan sesuatu dan menjadikan setiap fenomena yang terjadi seolah seperti anggukan universal. Hati kita bertanya,  kapan kita bisa seperti dia??

Kita juga cemburu kepada si blogger yang kedua, betapa hebohnya postingan dan setiap postingan yang ada, bak seorang selebritis yang berjalan di atas karpet merah, popularitasnya hampir saja mengalahkan selebritis tivi atau bahkan sudah lebih dari pada sekedar mengalahkannya karena sang seleb tivi itu ketika ngeblog tidak menjadi setenar si dia. Namun tetap saja postingan yang ditulisnya tidaklah berbobot, komentarnya pun tidak nyambung. yang kita rasakan itu apakah cemburu ataukah justru sentimen? Hati kita pun bertanya, kenapa dia bisa?

Selidik punya selidik ternyata si blogger yang pertama telah memiliki sebuah tujuan awal ketika dia ngeblog. Dia tidak hanya sekedar ingin eksis di dunia maya saja tetapi dia ingin memberikan kontribusinya berupa tulisan. Dia sangat berhati-hati dengan apa yang ditulisnya. Untuk menuliskan sesuatu, dia tidak asal-asalan mengcopy dan mempaste apa yang dijumpainya. Ada tujuan jangka panjang yang ia targetkan, bahwa tulisannya akan bermanfaat buat orang banyak.

Sedangkan si blogger yang kedua pun telah memiliki tujuan awal ketika ngeblog. Dia berharap mendapatkan banyak sekali teman di dunia maya, maka yang dilakukannya adalah selalu menyambangi blog-blog sahabatnya dan meninggalkan komentar-komentarnya yang terkadang sebenarnya fungsinya mirip sekali dengan presensi alias absen, nongol, dan sebagainya. Terlepas dari apakah yang ditulisnya itu berkualitas atau tidak tetapi kehadirannya berupa tulisan atau bahkan sekedar QuickNotenya telah menjadi perekat hubungan pertemanan yang terjadi antar sesama blogger. Ada tujuan jangka panjang yang ingin dicapainya, kehadirannya bermanfaat bagi orang banyak. Sekali lagi, terlepas dari kontroversi apakah tulisannya berkualitas atau tidak, tetapi yang dia bangun adalah hubungan yang baik.

Lalu apa yang sebenarnya kita inginkan? Menjadi si Blogger yang pertama atau yang kedua? tentu jawabannya dikembalikan pada kita masing-masing. Namun potensi sangat besar yang kita miliki untuk menjadi yang terbaik itu pasti tetap ada. Kitalah yang terbaik. Syarat mutlak yang harus kita lalui adalah menetapkan tujuan, memantapkan harapan dan meu bekerja keras dan tekun. Ya, bekerja keras dan tekun adalah suatu kuncinya. Bekerja keras dalam hal blogging dapat berupa macam-macam. Baik itu posting, menjalin pertemanan, menghias agar blognya menarik untuk dilihat dan bahkan memasarkannya seprti sebuah produk.

Terus kalau kemudian upaya kita justru menghadirkan species si blogger yang ketiga, yaitu yang tulisannya inspiratif namun sepi penginjung. Atau bahkan menghasilkan species blogger keempat yaitu Gak jelas (geje) tetapi juga tidak memiliki sedikitpun orang yang mau berkunjung?

Untuk Si blogger yang ketiga, yakinlah bahwa tulisan-tulisan anda meskipun saat ini belum dirasa kebermanfaatannya suatu ketika akan menjadi tulisan yang bermakna. Bukankah para tokoh yang menyejarah itu selalu saja ditolak gagasannya pada jamannya? namun dia berhasil menuliskan gagasannya sehingga peninggalan berupa tulisannya melegenda di peradaban sesudahnya. Seperti apa yang dialami oleh Kaglil Gibran dan Raden Ajeng Kartini.

Untuk Si blogger yang keempat, mungkin sudah saatnya anda pikirkan lagi tujuan awal ngeblog. Jangan-jangan selama ini hanya terbawa oleh tren dari blogger-blogger type kedua namun tidak memiliki tujuan yang jelas dan upaya berupa kerja keras. So, boleh-boleh saja untuk berpindah haluan. Karena pada hakikatnya kitalah yang terbaik

Diakhir tulisan ini saya ingin menutupnya dengan sebuah kutipan :

"Blog is not everything, but Everything can begin from blogging"

Comments

  1. siapa penulisnya tuh buku..?

    ReplyDelete
  2. wahh....kayaknya (saya) harus menata ulang niat bloggingnya seperti apa ya...hehe

    ReplyDelete
  3. menulislah maka seluruh dunia akan tahu siapa dirimu...
    maaf kalau ini sekedar presensi atau apalah...tapi niat kan siapa yang tahu.. :)
    memotivasi kita untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat ya mas ...thanks pengingatannya..

    ReplyDelete
  4. yap, harus ada niat: mau ngapain anda ngeblog?

    ReplyDelete
  5. terima kasih... hehe curhatan tok

    ReplyDelete
  6. bukan buku kok ... cuma curhatan

    ReplyDelete
  7. hayuk .. mari sama-sama menata ulang niat

    ReplyDelete
  8. iyak mbak.. siip
    saya absen nich..

    ReplyDelete
  9. jawabane aq mau kenalan sama presiden MPID..
    ckckck
    boleh mba??

    ReplyDelete
  10. sepatu (sepakat n setuju) ^_^

    ReplyDelete

Post a Comment