Wolpeach Story


Kami memulai bisnis ini sejak baru menikah, yaitu tahun 2012. Saat itu isteri saya yang kebetulan setelah menikah isteri yang lulusan S2 dan ingin agar bisa tetap fokus dalam mendidik anak sehingga ingin menjadi ibu rumah tangga tetapi ingin tetap bisa produktif. Saat itu kami memulai dengan menjual jilbab berjenis bergo yang kami dapatkan dari supplier di kampung. Sehari laku 1 pcs saja sudah sangat bersyukur karena saat itu kami belum memiliki perangkat untuk online yang memadai dan kami memulai dari rumah petak. Kami memasarkan melalui media sosial karena saat itu media sosial adalah kanal yang gratis dan tidak susah memasarkan produk melalui media sosial. Mulai dari facebook dan instagram juga twitter. Seiring berjalannya waktu kemudian penjualan semakin meningkat dari semula 1 paket pengiriman per hari menjadi 20-30 paket per hari pada tahun 2012-2014. Saat itu kami tidak mengetahui seluk beluk pemasaran digital, yang penting upload jualan dan closing. 
Kemudian pada tahun 2014 kami mendapatkan email terkait produk google yang bernama google bisnisku. Kebetulan juga kami pindah kontrakan yang lebih besar dan kami telah mendapatkan kontrak dengan ekspedisi untuk sistem pembayaran corporate (bulanan) sehingga perlu memunculkan usaha di google map. Kami mendaftarkan usaha kami di google bisnisku sekedar iseng saja dan penasaran apa yang ditawarkan dari fitur ini. Kami mengisi field-field yang ada dan submit. Ada rasa khawatir juga kalau nantinya berujung biaya. Karena ukuran usaha yang masih kecil ini akan sangat terganggu dengan pengeluaran-pengeluaran yang sebenarnya bukan perkara yang urgent. Setelah 14 hari kami mendapatkan kartu pos berupa kode verifikasi. Sekali lagi kami khawatir kami ada rasa khawatir kalau nantinya akan ada biaya yang harus dikeluarkan dari fitur ini. Kami coba memasukan kode verifikasi dan akhirnya bisnis kami muncul di google map. Dan praktis setelah itu saya tidak tahu apa saja manfaat google bisnisku (GMB) selain untuk memunculkan bisnis. Saat itu kami juga tidak mendapatkan news letter terkait perkembangan fitur di GMB ini. 
Kemudian per 2013 usaha kami lebih banyak dihandle isteri saya karena saya saat itu mulai bekerja di kementerian keuangan. Saya hanya membantu sedikit untuk pemasaran digitalnya. Hanya saja karena waktu yang lebih banyak di luar rumah sehingga akhirnya sejak 2014 kami merkerut karyawan untuk membantu operasional. Dari tahun 2014-2016 sudah ada 2 orang karyawan yang kami perkerjakan. Sebelum kami memeiliki GMB transaksi lebih banyak melalui media sosial. Hampir boleh dibilang tidak ada yang berkunjung langsung. Walapun ada mungkin masih bisa dihitung dengan jari. Setelah memiliki GMB kunjungan langsung ke lokasi bisnis lebih banyak. Sejak itu saya mulai tertarik untuk mempelajari fitur-fitur GMB. Berusaha agar mendapatkan informasi terbaru melalui website luar negeri dan juga melalui alamat-alamat website official google seperti www.blog.google/products dan lainnya. Saya sudah mulai mendapatkan informasi-informasi terkait fitur-fitur yang akan berkembang. Hanya saja fitur itu belum ada di indonesia. 
Kemudian pada pertengahan 2017 saya mendapatkan informasi di media online bahwa ada program pelatihan untuk UKM dari Google yang diberi judul Gapura Digital dengan materi yang diajarkan seputar pemasaran online dan tools-tools untuk go digital. Saya sangat antusias dan mendaftarkan diri untuk acara tersebut. Saya langsung mengambil 4 modul siap digital diantaranya : Panduan Dunia Digital, Google Untuk Bisnismu, Tips website efektif dan Pengenalan SEO dan SEM. Sebelum mengikuti training saya membaca-baca artikel, blog maupun forum terkait materi tersebut supaya pada saat mengikuti kelas tidak blank. Alhamdulillah, setelah mengikuti materi saya tercerahkan. Banyak ilmu yang saya dapatkan dan banyak informasi-informasi terbaru yang tidak saya dapatkan di pelatihan lain maupun di artikel-artikel yang saya browsing. Bahkan setelah ikut training itu saya jadi tertarik untuk menjadi Google Adword Expert, sehingga saya ikut sertifikasi periklanan Adword dan Menjadi google partner. Pada saat itu status google partner bisa didapatkan oleh individual, tidak harus bernaung di bawah agency digital.
Ilmu yang saya dapatkan di pelatihan saya praktekan di bisnis kami, terutama terkait Google bisnsiku (GMB) sehingga setiap fitur dapat dioptimalkan dan memiliki dampak yang signifikan buat usaha. Selain mengaplikasikan materi training saya juga terus belajar dan mengikuti berbagai online course terkait pemasaran digital yang disediakan Google. Pada akhir tahun 2017 ada tawaran untuk menjadi trainer/fasilitator. Saya sangat tertarik dan mendaftarkan diri. Saya mengirimkan aplikasi dan video tentang bagaimana membuat GMB. Bagi saya materi ini cukup menantang, karena waktu yang disediakan singkat tetapi harus bisa menjelaskan step-step pembuatan GMB sampai dengan verifikasi, yang pada saat itu step-stepnya lumayan panjang dengan UI/UX yang tidak sederhana seperti sekarang. Akhirnya saya terpilih menjadi trainer atau fasilitator gapura digital. Bagi saya ini sangat menyenangkan karena dengan menjadi fasilitator saya berkesempatan lebih memperdalam lagi ilmu dan saya bisa belajar dan mendapatkan inspirasi dari peserta yang hadir. Bagi saya bisnis saya yang berkembang pesat saja tidak cukup, jika kita tidak bisa berbagi. Maka melalui kesempatan menjadi trainer atau fasilitator ini saya bisa terus meningkatkan omset bisnis saya sekaligus saya juga bisa berbagi dengan UKM yang mengikuti kelas Gapura Digital. 
Pada tahun 2019 fitur-fitur GMB semakin banyak dan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Boleh dibilang GMB ini sudah seperti ecomerce, kekeurangannya hanay satu yaitu tidak ada payment gateway. Insight, Analytic, Posting, Call to action, Googel Ads Express, Website, messaging dan lainnya. Dan yang paling terbaru GMB dapat melacak kueri/kata kunci apa yang digunakan customer untuk menemukan bisnis kita. Ini sungguh luar biasa dan sangat membantu usaha kami untuk terus berkembang. 

Comments